Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Bagaimana kerja vaksin

clip_image002

Temukan bagaimana cara vaksin bekerja untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dan memerangi penyakit infeksi. Pahami perbedaan antara kekebalan alami dengan kekebalan karena vaksin, dan belajar lebih jauh tentang tipe dari vaksin.
Bakteri, virus dan kuman penyakit mengancam tubuh setiap harinya. Tetapi bila penyakit yang disebabkan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh, maka tubuh kita akan membentuk suatu sistem kekebalan, membuat protein yang disebut antibodi untuik melawan mikroorganisme tersebut. Tujuan dari sistem kekebalan tubuh adalah mencegah penyakit dengan menghancurkan serbuan dari luar atau membuatnya menjadi tidak berbahaya.
Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh. Untuk memahami bagaimana vaksin bekerja, maka perlu diketahui juga bagaimana tubuh kita mendapatkan kekebalan.
clip_image004
Memahami kekebalan tubuh
Tubuh kita bisa kebal terhadap bakteri, virus dan kuman dengan dua cara:

· Dengan mendapat penyakit (kekebalan alami).

· Dengan vaksin (kekebalan yang disebabkan oleh vaksin).

Baik itu kekebalan alami atau dari vaksinasi, sekali anda mendapat kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, anda akan lebih terlindungi dari penyakit tersebut.
Kekebalan Alami
Kekebalan alami berkembang setelah terekspos oleh organisme tertentu. Sistem kekebalan anda akan bekerja sebagai pertahanan terhadap penyakit yang sama dari virus atau bakteri tertentu.
Paparan terhadap penyerbu ini akan merangsang pembentukan sel darah putih tertentu dalam tubuh yang disebut sel B. Sel B memproduksi plasma sel, yang kemudian memproduksi antibodi yang didesain spesifik untuk melawan kuman. Antibodi ini disirkulasi ke cairan tubuh. Bila ada kuman yang sama masuk dalam tubuh di lain waktu, antibodi itu akan mengenali dan akan menghancurkannya. Sekali tubuh kita memproduksi antibodi tertentu, maka antibodi tersebut akan diproduksi bila diperlukan.
Disamping kerja B sel, sel darah putih lain singgah macrophages menghadapi dan memusnahkan penyerbu asing. Jika tubuh bertemu dengan kuman yang belum pernah terekspos sebelumnya, informasi mengenai kuman disampaikan ke sel darah putih yang disebut sel T pembantu. Sel ini membantu produksi sel yang berjuang melawan infeksi lain.
Satu kali terekspos oleh virus atau bakteri tertentu, waktu berikutnya terekspos, antibodi dan sel T akan bekerja. Mereka dengan segera bereaksi terhadap organisme, menyerangnya sebelum penyakit berkembang.
Sistem kekebalan bisa mengenali dan secara efektif bertempur melawan organisme yang berbeda.
Kekebalan karena Vaksin
clip_image006
Selama vaksinasi, vaksin yang mengandung virus, bakteri atau organisme lain yang telah mati atau dilemahkan disuntikkan ke dalam tubuh (kiri). Vaksin kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan organisme tersebut (tengah). Lain waktu saat organisme tersebut kembali menyerang tubuh, antibodi dari sistem kekebalan akan menyerang dan akan menghentikan infeksi (kanan).
Hasil kekebalan yang disebabkan oleh vaksin didapat setelah menerima vaksin. Vaksin memicu kemampuan sistem kekebalan berjuang melawan infeksi dengan tanpa kontak langsung dengan kuman yang menghasilkan penyakit. Vaksin berisi kuman yang telah dimatikan atau dilemahkan atau derivatifnya. Kalau diberikan kepada orang sehat, vaksin memicu respon kekebalan tubuh. Vaksin memaksa tubuh berpikir bahwa sedang diserang oleh organisme spesifik, dan sistem kekebalan bekerja untuk memusnahkan penyerbu dan mencegahnya menginfeksi lagi.
Jika terekspos terhadap penyakit saat telah divaksin, kuman yang menyerbu akan menghadapi antibodi. Kekebalan anda berkembang mengikuti vaksinasi mirip kekebalan yang diperoleh dari infeksi alami.
Beberapa dosis vaksin mungkin diperlukan untuk jawaban kebal yang penuh. Beberapa orang gagal mendapatkan kekebalan penuh saat dosis pertama vaksin tetapi memberi hasil pada dosis lanjutan. Sebagai tambahan, kekebalan yang didapatkan dari beberapa vaksin, seperti tetanus dan pertussis, tidak untuk seumur hidup. Karena respon kekebalan mungkin berkurang dengan berjalannya waktu, mungkin perlu dosis vaksin tambahan untuk memulihkan atau menambah kekebalan.
Tipe-tipe vaksin
Vaksin disiapkan dengan beberapa cara yang berbeda. Untuk tiap tipe, tujuannya adalah sama, yaitu merangsang sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.

· Vaksin dilemahkan. Beberapa vaksin, seperti campak, cacar dan cacar air (variscella), menggunakan virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin tipe ini menghasilkan respon antibodi yang kuat, seringkali hanya perlu satu kali pemakaian diperlukan untuk kekebalan seumur hidup.

· Vaksin inaktifasi. Vaksin lain dibuat dengan cara menggunakan bakteri atau virus yang sudah di inaktifasi. Vaksin polio dibuat dengan cara ini. Vaksin ini umumnya lebih aman dari vaksin hidup karena organisme penyebab penyakit tidak dapat bermutasi kembali menyebabkan penyakit setelah organisme tersebut dimatikan.

· Vaksin toksoid. Beberapa tipe bakteria menyebabkan penyakit dengan memproduksi toksin yang menyerang pembuluh darah. Vaksin toksoid, seperti pada difteri dan tetanus,

· Vaksin aselular dan subunit. Vaksin aselular dan subunit dibuat dengan menggunakan bagian-bagian dari virus atau bakteri. Vaksin hepatitis dan Haemophilus influenzae tipe b dibuat dengan cara ini.

Saat ini, vaksin untuk hampir dua lusin penyakit berbeda diizinkan untuk penggunaan di Amerika. Ada 12 vaksin yang direkomendasikan untuk anak berumur dibawah 2 tahun. Menurut Pusat untuk Kontrol Penyakit dan Pencegahan, usaha imunisasi yang tersebar luas sudah merendahkan laju timbulnya beberapa penyakit gawat, termasuk diphtheria, tetanus, campak dan polio sebanyak lebih dari 95 persen sejak awal abad ke-20.
Kekebalan buatan atau kekebalan alami: mana yang lebih baik?
Penyakit yang dapat membunuh atau menyebabkan cacat permanen sebaliknya dapat dicegah dengan vaksin, seperti kelumpuhan pada polio, kerusakan pendengaran pada radang selaput otak, kerusakan hati pada hepatitis B, atau kerusakan otak (radang otak) pada campak. Kekebalan dari perlindungan vaksin menawarkan perlindungan yang mirip dengan bila diperoleh dari infeksi alami. Pada saat yang bersamaan, vaksin jarang menyebabkan individu dalam resiko keadaan komplikasi serius akibat infeksi.
Beberapa orang percaya bahwa banyak yang terjangkit saat mewabahnya suatu penyakit adalah sebenarnya yang dulunya divaksinasi. Dan ada yang bilang bahwa kekebalan dari vaksin tidak efektif. Benar bahwa vaksin tidak 100 persen melindungi. Kebanyakan vaksin yang disuntikkan saat masa kecil efektif bagi 85% hingga 95% dari penerima. Selama mewabahnya suatu penyakit, sejumlah orang yang pernah divaksinasi memang akan ketularan penyakit. Tetapi, biasanya orang yang telah divaksinasi biasanya sakitnya lebih tidak parah, sedangkan yang tidak divaksinasi lebih dalam bahaya besar.

Aktinomikosis

clip_image002

DEFINISI

Aktinomikosis adalah suatu infeksi menahun yang disebabkan terutama oleh Actinomyces israelii, bakteri yang bisa ditemukan di gusi, gigi dan amandel.
Infeksi ini menyebabkan terbentuknya abses di beberapa tempat.
Aktinomises memiliki 4 macam bentuk dan paling sering menyerang pria dewasa. Aktinomikosis kadang terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR, IUD, spiral).
Keempat bentuk aktimonikosis tersebut adalah:

1. Bentuk abdominalis

2. Bentuk servikofasialis

3. Bentuk torakalis

4. Bentuk generalisata

PENYEBAB

Bakteri Actimonyces israelii.

GEJALA

Bentuk Abdominalis
Terjadi akibat menelan ludah yang tercemar oleh bakteri.
Infeksi menyerang usus dan selaput rongga perut (peritoneum).
Gejala yang sering ditemukan adalah:
- nyeri
- demam
- muntah
- diare atau sembelit
- penurunan berat badan.
Suatu massa terbentuk dalam perut dan nanahnya bisa mengalir ke kulit melalui saluran yang menghubungkan massa ini dengan dinding perut.
Bentuk Servikofasialis (Lumpy Jaw)
Biasanya dimulai sebagai pembengkakan yang kecil, datar dan keras di dalam mulut, kulit leher atau di bawah rahang. Kadang pembengkakan ini menimbulkan rasa nyeri.
Selanjutnya terbentuk daerah lunak yang menghasilkan cairan yang mengandung butiran belerang yang bulat dan kecil, berwarna kekuningan.
Infeksi bisa menyebar ke pipi, lidah, tenggorokan, kelenjar liur, tulang tengkorak atau otak dan selaput otak (meningens).

clip_image004

Bentuk Torakalis
Bentuk ini menyebabkan nyeri dada, demam dan batuk berdahak. Tetapi gejala-gejala ini mungkin tidak akan muncul sebelum terjadinya infeksi paru-paru yang berat.
Bentuk Generalisata
Infeksi ikut ke dalam darah dan akan sampai ke kulit, tulang belakang, otak, hati, ginjal, saluran kemih dan rahim serta indung telur pada wanita.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan rontgen.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pembiakan bakteri pada contoh nanah, dahak atau jaringan yang terinfeksi.

PENGOBATAN

Kebanyakan penderita akan membaik secara perlahan bila diobati, tetapi sering diperlukan pemakaian antibiotik selama berbulan-bulan dan prosedur pembedahan yang berulang.
Pengeluaran nanah dari abses yang besar melalui pembedahan dan pengobatan antibiotik (penisilin atau tetrasiklin) bisa diteruskan untuk beberapa minggu setelah gejala-gejalanya hilang.
PROGNOSIS
Bentuk servikofasial merupakan aktinomikosis yang paling mudah diobati.
Bentuk abdominal, torasik dan generalisata, ramalan perjalanan penyakitnya (prognosis) lebih buruk.
Prognosis sangat buruk pada infeksi otak dan medulla spinalis. Lebih dari 50% penderita mengalami kerusakan saraf dan lebih dari 25% meninggal dunia.

Dermatitis Perioral

clip_image002

DEFINISI

Dermatitis Perioral adalah suatu penyakit kulit yang ditandai oleh adanya beruntus-beruntus merah di sekitar mulut.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.
Dermatitis perioral terutama menyerang wanita yang berusia 20-60 tahun dan bisa muncul setelah pemakaian salep kortikosteroid di wajah untuk mengobati suatu penyakit.

GEJALA

Dermatitis perioral bisa sangat menyerupai jerawat atau rosasea.
Diantara batas bibir dengan ruam kulit biasanya dipisahkan oleh daerah kulit yang normal.
Bisa terasa sangat gatal dan bahkan sampai menyengat.
Di sekitar bibir tampak beruntus-beruntus kecil kemerahan. Kadang beruntus-beruntus tersebut membentuk plak (daerah kemerahan yang menonjol) atau bercak (daerah kemerahan yang mendatar).

clip_image004

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN

Pengobatan yang terbaik adalah tetracyclin per-oral (melalui mulut).
Jika penyakitnya berat dan pemberian antibiotik tidak dapat memperbaiki ruam kulit, maka diberikan obat jerawat isotretinoin.

Mengatasi lambatnya Remote Desktop Connection (RDC)

kebiasaan saya kalo lagi dirumah nge remote komputer saya yang di kantor. Selain mengerjakan pekerjaan yang belum selesai hari ini, juga sekalian sambil download… lumayan sih karena internet dikantor punya bandwith 10Mbps … jadi kalo download malam hari lumayan kenceng .. saya bisa dapat 20GB files.

sudah seminggu ini notebook dirumah ganti pake windows 7 64-bit …  entah kenapa kok saat konek ke jaringan kantor lewat VPN lambaat banget …

setelah tanya ke microsoft .. ada

 

buka command prompt sebagai administrator lalu ketik:
==>  netsh interface tcp set global autotuninglevel=disabled

setelah itu, jalankan command dibawah ini…
==>   netsh interface tcp set global autotuninglevel=highlyrestricted

setelah ini, remote desktop lancar lagi …
tips ini works , tested di windows 7 64-bit

 

selamat mencoba …
-teman-

Ijo Tomat

hehe istilah apa lagi nih …. katanya singkatan dari Ikatan Jomlo  Terhormat … hihi

Yang paling membingungkan mengenai kemanusiaan

Dalai Lama, sewaktu ditanya apakah yang paling membingungkan / mengejutkan mengenai kemanusiaan?

Beliau menjawab : "Manusia, Karena dia mengorbankan kesehatannya hanya demi uang; Lalu dia mengorbankan uangnya demi kesehatan. Lalu dia sangat khawatir dengan masa depannya, sampai' dia tidak menikmati masa kini; akhirnya dia tidak hidup di masa depan atau pun di masa kini; dia hidup seakan-akan tidak akan mati, lalu dia mati tanpa benar-benar menikmati apa itu hidup"

Cara mengetahui nomor HP sendiri

Suatu ketika teman saya ada yang tanya nomor HP saya,… walah .. saya sendiri lupa berapa nomernya.

dibawah ini adalah cara cek secara cepat nomer berapa HP kita sendiri:

Operator Telkomsel : Ketik *808# lalu tekan Ok/Yes
Operator XL             : Ketik *123*22*1*1*# lalu tekan Ok/Yes
Operator Indosat     : Ketik *777*8# lalu tekan Ok/Yes
Operator Axis          : Ketik *2# lalu tekan Ok/Yes
Operator Tri             : Ketik *998# lalu tekan Ok/Yes

cara ini dulu saya dapatkan dari salah sebuah situs,..  tapi lupa namanya … :)
silakan komen bila yang tau sumbernya :)

semoga bermanfaat

salam